Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan Pelatihan Seni Melukis Kaligrafi Aksara Jawa sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi dalam proses berkarya. Kegiatan yang dipandu oleh Bapak Ajun Pujang Anom ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan yang memiliki minat terhadap seni dan budaya Jawa.
Pada sesi pertama, peserta dikenalkan dengan teknik melukis kaligrafi menggunakan Aksara Jawa (Hanacaraka). Selain mempelajari bentuk dan filosofi aksara, peserta juga diajak memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), seperti ChatGPT dan Gemini, untuk membantu menyusun serta menyempurnakan pola kaligrafi yang akan dibuat.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu inovasi dalam proses pembelajaran, sehingga peserta dapat mengembangkan ide kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Aksara Jawa.
Kegiatan berlangsung interaktif ketika peserta mencoba menuliskan nama masing-masing menggunakan Aksara Jawa melalui media smartboard. Praktik tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap tata tulis dan bentuk aksara.
Pelatihan berlanjut pada sesi kedua yang dilaksanakan pada 8 Juli 2026. Dalam sesi ini, Bapak Ajun Pujang Anom mengajak peserta bereksperimen menciptakan kaligrafi Aksara Jawa dengan mengadopsi gaya kufi, yaitu gaya kaligrafi yang identik dengan bentuk geometris dan garis-garis tegas. Perpaduan tersebut menghasilkan karya seni yang unik, modern, sekaligus tetap mempertahankan karakter Aksara Jawa.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik melukis kaligrafi, tetapi juga didorong untuk terus berinovasi dalam mengembangkan seni berbasis budaya lokal. Pendekatan yang memadukan unsur tradisi dengan teknologi diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan Aksara Jawa.
Disperpussip Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen menghadirkan berbagai program literasi yang mendukung pelestarian budaya sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara positif. Melalui kegiatan ini, perpustakaan diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang inklusif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya sebagai identitas bangsa.
#BojonegoroBahagiaMakmurMembanggakan #DisperpussipBojonegoro #PelatihanMelukisKaligrafiBahasaJawa #AksaraJawa #Hanacaraka #GayaKufi #ProgramPerpustakaanTPBIS