Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpussip) Kabupaten Bojonegoro telah sukses menyelenggarakan Lomba Bertutur bagi siswa-siswi SD/MI tingkat Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Angling Dharma pada Kamis (18/6/2026) ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi anak sejak usia dini.

Ketua TP-PKK Kabupaten Bojonegoro, Ibu Dr. Hj. Cantika Wahono, menyampaikan bahwa lomba bertutur memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga media pembelajaran yang melatih keberanian, kemampuan berbicara di depan umum, serta meningkatkan kecintaan anak terhadap kegiatan membaca.

Ia menjelaskan bahwa melalui bertutur, peserta belajar memahami isi buku yang dibaca, kemudian menyampaikan kembali cerita tersebut dengan bahasa yang menarik kepada audiens. Keterampilan tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Selain itu, Ibu Cantika juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif menumbuhkan budaya literasi di lingkungan keluarga. Pendampingan saat anak membaca maupun berdiskusi mengenai isi buku diyakini mampu membentuk kebiasaan belajar yang positif sekaligus memperluas wawasan anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro, Bapak Erick Firdaus, ST, mengatakan bahwa perpustakaan memiliki fungsi strategis sebagai pusat informasi sekaligus sarana penguatan literasi membaca, menulis, dan berhitung. Menurutnya, Lomba Bertutur merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya didorong untuk gemar membaca, tetapi juga dilatih mengomunikasikan kembali isi bacaan secara baik dan menarik. Proses tersebut diharapkan mampu memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta menanamkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam setiap bacaan.

Lebih lanjut, Bapak Erick menambahkan bahwa Lomba Bertutur juga menjadi sarana untuk menggali potensi peserta sekaligus mengenalkan budaya dan bahasa daerah kepada generasi muda. Dengan demikian, literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca, tetapi juga sebagai upaya melestarikan kearifan lokal melalui cerita yang disampaikan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 30 peserta yang berasal dari 21 SD/MI di Kabupaten Bojonegoro mengikuti tahapan seleksi. Dari seluruh peserta tersebut, dipilih 10 finalis terbaik yang berhak tampil pada babak final untuk memperebutkan gelar juara.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta yang berhasil meraih juara pertama kembali menampilkan kemampuan bertuturnya di hadapan seluruh tamu undangan. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari para guru pendamping, peserta, serta undangan yang hadir.

Melalui penyelenggaraan Lomba Bertutur Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap budaya gemar membaca semakin tumbuh di kalangan generasi muda. Selain meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya serta kearifan lokal melalui dunia literasi.

Daftar Pemenang Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026

Juara I: Isnania Fatimatuz Zahra – SD Negeri Kedungbondo 2
Juara II: Ahmad Izzudin Faza Ar Razi – MI Najil Ummah Kenep
Juara III: Livinia Clara Vinnindiya Putri – SD Negeri Kauman, Baureno.

Salam literasi!
Ayo membaca!
Ayo ke perpustakaan!

#BojonegoroBahagiaMakmurMembanggakan


By Admin
Dibuat tanggal 30-06-2026
53 Dilihat